January 16, 2012

Hubungan Jarak Jauh

"Kakak sakit demam. Pengen ada yang ngurusin. Adek.."


Well sedih rasanya mendengar suara Aditia yang serak-serak lemas karena sakit. Suhu badannya naik dengan tiba-tiba, padahal tadi pagi dia masih sehat gowes bareng teman-temannya.


Disaat-saat seperti ini, Saya ingin sekali berada disamping dia. Membuatkan secangkir teh hangat, meminumkan obat penurun demam, membuatkannya bubur, atau mungkin sekedar membelainya disaat dia terlelap. Tapi bagaimana mungkin kalau Saya terlalu jauh.


Sewaktu tadi dia memberi kabar, Saya mendadak panik tapi tidak berbuat apapun. Tidak bisa.


Hubungan jarak jauh. Tidak seorangpun mengatakannya sebagai sesuatu hal yang mudah.  Kami harus melawan musuh bersama. Jarak. Tapi tidak juga ada seorangpun yang mengatakan semuanya akan kejam ini. Iya, rindu itu kejam. Datang dengan seper-sekian detik, tidak mengenal tempat dan tidak bersahabat dengan waktu.


Seperti tepat sekarang. Di depan laptop saat jari-jari mencoba menjelaskan keadaan hari ini, sebenarnya Saya sedang sangat rindu. Kesal. Sampai-sampai Saya tidak tau lagi bagaimana mengakhiri postingan ini.


Mungkin bisa dengan cara seperti ini : Saya sudah ngantuk, harus tidur sekarang. Ya, Saya baru saja menemukan salah satu obat yang Insya Allah mujarab bagi yang dilanda rindu adalah tidur. Walaupun dengan keadaan hati yang gelisah, coba ucapkan "Basmallah" dan pejamkan mata.


A : "Adek, ngerasa nggak minggu ini hubungan kita jelek banget ?"
W : "Berasa banget, ay. Udah jarang nelfon lagi kakaknya. Begitu nyampe rumah langsung bobo."
A : "Iya, yang. Nggak lagi deh, yang. Maafin kakak yah, ayang.."
W :  "He'eh.."
A : "I love you, dek.."
W : "Love you too"


Ya Allah.Semoga besok Aditia sudah kembali sehat. Semoga besok segala urusan Saya juga dilancarkan. Amin Ya Rabb.


Selamat istirahat semuaaaaaa..


Wdy..

0 comments:

Post a Comment