November 02, 2011

Jodoh dan Dijodohkan

Mengalami hal-hal yang dianggap tidak masuk akal, bagi mereka yang dewasa dan modern, ternyata tidak terlalu buruk. Bahkan sangat menyenangkan. Baiklah Saya mengaku, saat itu pun sempat mengatakan "Ini konyol !".

Apa yang mama lakukan beberapa tahun lalu, benar bikin hati gemes. Ayolah, Siti Nurbaya tidak pernah masuk trending topic di twitter. Hari semodern sekarang, masa iya Saya "dijodohkan" ?.

Saya berkeras hati tidak mau. Tapi mama tetap dalam misinya, gencar meminta akun facebook dan email sambil bilang "Apa salahnya berteman dulu ?". 

Akhirnya "berteman" seperti yang mama bilang berjalan, walaupun terpaksa dan dengan kesombongan tingkat dewa. Karena waktu itu Saya lagi cinta-cintaan sama yang lain.

Tahun demi tahun berjalan, sampai kemudian Saya berbicara dalam hati "Kenapa Saya harus begitu terpaksa dan sombongnya berteman ? Toh ini semua bukan dia yang mau".

Keadaan Saya buat mencair, mencoba "berteman" dengan tulus seperti yang mama bilang. Yang membawa kami bertemu tanpa sengaja selama empat hari, dan berlanjut lebih serius.

Masalah hidup, mati, hodoh, dan rezeki itu sudah ada takdirnya masing-masing, kan ? Tapi, bukan berarti takdir tidak dapat beubah. Allah SWT tetap memberi kita kuasa untuk memilih akan jadi seperti apa kehidupan kita.

Percaya kalau apa yang jadi pilihan orang tua tidak selamanya tidak baik, mereka hanya ingin yang terbaik untuk anaknya.

Kedengarannya menggelikan memang, ternyata jodoh dan yang dijodohkan adalah dia yang sama. Terima kasih ya Rabb..


"Thank's God I'm Being Match"



0 comments:

Post a Comment