August 07, 2011

Balada Nilai "T"

Well, setelah libur dan bersenang-senang sepanjang dua bulan kemarin akhirnya tiba masa-masa harus kembali mengggalaukan diri dengan ngurus KRS (Kartu Rempong Sekali). Kenapa Saya bilang rempong ? Karena di kampus, KRS itu masih labil. Setengan online dan setengah manual. Jadi, mahasiswa-mahasiswa seperti Saya inilah yang paling galau kalau mau ngurus, soalnya semester lalu akun KRS Saya bermasalah tidak bisa log-in dan salah pin. Tapi apa boleh ditolak, demi kelanjutan kuliah dan demi masa depan yang cerah akhirnya Saya pun harus mengurus KRS semester 5. Deh semester 5, Saya berasa tua sekali jadinya -__-"


Pas setelah bayaran uang SPP, Saya dapat seremes (baca : SMS) dari ketua kelas mata kuliah Psikologi Komunikasi (Psikom), Pute, yang bilang kalau nilai Saya T. Apah ? Akuh akuh gak kuwat dengernya, akuh mau pingsan, dan seperti langit akan runtuh (sebaiknya yang ini diskip saja, terlalu lebay). Saya mendadak galau, minta tolong Ratna buat barengan ke kampus. Saya mau menyelamatkan nilai Psikom Saya. Masa iya, ditengah-tengah nilai Saya yang A dan B, terselip nilai T yang secara ajaib akan berubah ERROR kalau tidak diusut *apasih* *angkuh*

Cek-percek, Saya tidak sendiri pemirsaaaaah ! Saya ditemani 7 orang yang juga merasakan kegalauan yang sama. Ternyata Uya, Gina, Yuni, Dayan, Kak Rahma, Kak Tito dan Kak Echa juga sama. Nilai kami TUNDA ! -________-"

Akhirnya Saya mencoba telpon Bapak Dosen, mau bertanya gimana caranya biar si nilai T ini bisa kembali normal. Hasilnya :

Saya : Salam pak, Saya Widya. Mahasiswa mata kuliah Psikom yang nilainya tunda.
Doi : Oh, kamu kan yang tidak ikut final toh ?
Saya : Iya pak *gigit jari*
Doi : Jadi, kenapa mi itu ?
Saya : Jadi anu pak, bagaimana mi Saya perbaiki nilai ku ?
Doi : Ih pergi mi ambil blanko nilai T di akademik sana, baru sudah itu bawa ki ke Bantaeng. Karena Saya lagi di luar kota.
Saya : Ah ? Benteng, Pak ? Jadi kapan kita pulang pade, Pak ? Senin bisa ?
Doi : Bantaeng ! Kamu tidak dengan kah ? Saya masih diluar kota itu, ke Bantaeng mi saja tanggal 6. Semua itu temanmu juga yang masalah nilainya suruh mi datang juga oke. Saya tunggu mi disana.
Saya : Iye' pade Pak, nanti Saya sama yang lain ke Bantaeng
Doi : Oke pale. tuuuut tuuut tuuut...

Kesimpulannya, kami harus mengejar nilai sampai di Bantaeng. Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bantaeng (isi sms doi bilang begitu). Dan kalian tau dimana Bantaeng itu ? Dekat dari Bulukumba, 3 jam dari Makassar. Selamat !!


Jadilah, kami berdelapan sang pasukan nilai "T" kemarin berangkat ke Bantaeng. Bermodal mobil rental, uang secukupnya dan kesabaran karena puasa. Sepanjang jalan kalau bukan tidur, ketawa, tidur, ketawa, begitu terus. Pas sudah sampai di Bantaeng. Kami menghubungi Pak Dosen lagi. Sesuai janji, katanya doi menunggu di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bantaeng. Tapi telponnya tidak diangkat, sms tidak dibalas *ouch*. Cobaan apalagi ini ? Kenapa doi seperti itu ? Kenapa doi tega ? Ihiks.


Tiba-tiba ada info dari Kak Nunu yang ternyata ikut di rombongan kunjungan KKN Unhas. - Eh ? Pasti bingung, kenapa kok ada kunjugan KKN Unhas segala ? Hubungannya sama nilai apa ? Oke Saya jelaskan yah. Jadi si Pak Dosen ternyata dipanggil mengisi ceramah diacara buka puasa kunjugan KKN Unhas yang diadakan di Bantaeng. Itu makanya kami disuruh susul si doi untuk urusan nilai. - Rombongan menuju ke perbatasan Bantaeng - Bulukumba untuk agenda penanaman pohon. Jadi kami kejar-kejaran sama bus MERAH (dalam arti kata sesungguhnya), berharap si doi juga ikut diromobongan itu. Dan fyi, mobil rental dalam keadaan bensin sekarat. Zzz.


TAPI APAKAH YANG TERJADI ? Pak Dosen tidak ada dirombongan, ternyata doi masih diperjalanan menuju Bantaeng. Padahal kami sudah seperti orang aneh diantara para anak KKN yang mau tanam pohon. Krik krik.


Ternayata Pak Dosen akan mengisi acara di rumah pribadi Pak Bupati. Dibaca baik-baik yah, rumah pribadi loh bukan rumah jabatan. Jadi dari awal petunjuk doi memang sudah salah. Stuck ditengah mobil rombongan, jadi kami tidak bisa kemana-mana. Untungnya pemandangan pantai sekitar bagus, mataharinya juga lagi cerah jadi kita ala ala menghibur diri di pinggir pantai.


  
Setelah kurang lebih setengah jam lebih, rombongan akhirnya menuju rumah Pak Bupati. Sempat terjadi "kehilangan arah" alias nyasar karena tidak tau jalan ke rumah Bupati. Tapi akhirnya sampai juga pas liat masih ada rombongan baju MERAH. Hal pertama yang kami lakukan memastikan mobil si Pak Dosen ada, dan Alhamdulillah yah ternyata memang ada. Kami parkir pas di belakangnya (setelah satu mobil di depan lagi).


Kami masuk dan langsung duduk diantara mahasiswa-mahasiswa KKN karena doi masih sibuk ngobrol. Rasanya seperti krik zzz krik zzz. Setelah berbuka puasa barulah AKHIRNYA bisa ketemu doi.


Kesepakatannya, setelah diberi opsi macam-macam sama Pak Dosen dan ada adegan drama queen Gina dan Dayan yang mewek karena kecapean, akhirnya kami pasrah menunggu beliau selesai ceramah dan shalat teraweh. Saking capeknya kemana-mana, nyasar, emosi, lapar dan haus, puasa-puasa akhirnya pasrah juga.


Nah bagian yang paling serunya, pas sudah selesai dan mau pulang tiba-tiba dengan blanko nilai ditangannya pak dosen bilang begini : "Jadi nanti nilai kalian Saya tulis dan sekalian tanda tangan. Ambil mi nanti di supir ku nah. Ayo mi kita iringan pulang."


Jengjreeeeeng ! Pas waktu itu sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi, pikiran sudah setingkat lebih diatas galau dan labil dan !@#$%^&*()_+. Kenapa harus jauh-jauh ke Bantaeng kalau ujung-ujungnya bakal dikasih nilainya di Makassar ?! Yassalam.


Diperjalanan pulang, delapan orang pasukan pengejaran nilai cuma bisa diam saking capeknya dan tidur (kecuali kak Tito, kan dia yang nyetir). Kalau Saya membeku diujung kursi dekat jendela, rasa-rasa keram dan tidak bisa bernafas karena flu. Lengkap !


Iya sudahlah apapun nilai yang diberikan doi, Saya terima dengan ikhlas dan semoga kegalauan perjalan kemarin tidak sia-sia *berlebihan*


Sekian cerita singkat tapi amat sangat sungguh berkesan tentang pemburuan nilai. Trims sudah sempatkan membaca :)


Wdy..

3 comments:

Alien Tampan said...

Adddehhhh...
Sangar na -.-
Perjuangan Ramadhan yang luar biasa.

Widya Triayuastuti said...

Deh tapi ALHAMDULILLAH YAH, bukan doi PA ku -_-"
Buat abang, met berjuang yah. Cemungudh qaqa :DD

Alien Tampan said...

Hahaha. Doakan saja, selama ini kalau doi mah gampang ngurus KRS-nya. Sekali nelpon cesss...
cesss...
cess (ala bimoli)
Langsung ditanggapi

Post a Comment