May 26, 2011

Tema : Galau !

Hari ini sebenarnya Saya dalam keadaan "lagi tidak enak-enakan". Badan berasa berat tinggalkan tempat tidur untuk satu mata kuliah tambahan, Dasar-Dasar Jurnalistik, kelas siang.Tapi berhubung ada tugas yang harus dikumpul dan trauma baca sms dari Tian isinya huruf di-capslock semua, akhirnya berangkat kampus juga.

Tiba di kampus ternyata kelas belum mulai, isinya masih teman-teman yang "galau" dengan urusan masing-masing. Saya sendiri disambut sama Sari dengan kata-kata yang tidak senonoh. "Ih cantikmu pake baju itu Widy hari ini, langsing ko diliat". Sari adalah orang pertama yang buat siang bolong Saya down dan galau. Saya yang besar begini, dia malah bilang langsing.

Oke setelah ikut galau juga sama mereka beberapa jam, tiba-tiba Erbon yang dari tadi berusaha hubungi bapak dosen bilang kalau beliau tidak masuk. Dan di speaker kan langsung sama Mymy "WEEEEH tidak masuk ji bapak, kumpul mi semua tugasmu. Tugas satu disini, tugas dua disini" ala ala teriakan khas.

Kegalauan satu , diganti dengan kegalauan selanjutnya. Tiba-tiba Ratna, Rina, Mymy dan Sari mau pergi hunting foto. Gosipnya dari ketua kelas fotografi si Alien, besok foto dikumpul. Saya yang fotonya tidak ada yang beres, mau juga ikut. Tujuan kami ke Pulau Lakkang.

Sebelum pergi kami rapat panitia TIMELINES (yang tadi Saya bilang isi sms Bapa Tian capslock semua, ini intinya). Dan terselesaikan karena anakonda dalam perut panitia sudah mulai menyanyi. 

Nah akhirnya setelah selesai semua kegalauan di kampus, kami berangkat untuk hunting dengan kegalauan masing-masing. Cubo jadi tour guide karena dia ternyata "warga sekitar" Pulau Lakkang :p

Dari kampus ke Pulau Lakkang memakan waktu 15-20 menit dengan perahu. Ya perahu, kita harus menyebrang untuk sampai kesana. Masing-masing orang dikenakan tarif Rp. 2000. Lebih murah dari pete-pete. 

Perahunya berangakat, tidak ada ombak. Sepanjang jalan berasa lagi shooting film Korea yang slow slow dan didukung sama cahaya matahari sore. Asik.

Dan kamipun sampai ke Pulau Lakkang. Kesan pertama Saya adalah damai. Sempat diperjalan tadi Saya berfikir untuk pindah rumah ke Pulau Lakkang. Alasannya lebih cepat sampai ke kampus, cuma 15-20 menit. Sedangkan dari Hartaco Indah ke kampus 45 menit, (Jauh kan yah, saya bahkan bisa tidur diperjalanan). Alasan lainnya karena murah, sehari transport cuma Rp. 4000. Saya dari rumah biayanya banyak. Tapi pas dipikir lagi, kalau misalnya Saya pulang diatas jam 8 malam. Tengah sungai gelap gulita sendirian. Saya langsung galau dan mengurungkan niat.

Hunting kami tadi sore sangat asik. Efek naik perahunya itu yang paling berkesan. Dan akhirnya kami pulang setelah adzan magrib dengan foto galau masing-masing. Saya masih mau ke sana lagi nanti.

Ini beberapa hasil kegalauan Saya di Pulau Lakkang :

Mengakar. (f : 5,6. s : 1/500)

Kerangka (f : 5,6. s : 1/4000)

Mengayam Sore (f : 5. s : 1/40)

Generasi (f : 5,6. s : 1/20)

Sore Hari Di Atas Perahu. ( f : 6,3. s : 1/250 )

Yang ini hasil kegalauan selama perjalan hunting bersama para galauers :

Kak Imas dan Rina

Mymy dan Kak Acho

Sari dalam Banker Jepang

Galau Ditinggal Kapten

Cubo ala ala Manusia Pohon

Rina, Sari, Mymy, Ratna, dan Saya

Rina, Sari dan Mymy

Ratna dan Saya

Erbon, Kak Imas, Kak Acho, Kak Rijal, dan penumpang

Kalau yang satu ini area khusus Saya yang galau (trims kak Imas, Cubo dan Sari yang sudah mau ambil foto galau Saya :p)








Sekian hari galau Saya, semoga semua senang :)

2 comments:

Meike Lusye Karolus said...

pengeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn......

T.T

Widya Triayuastuti said...

Ayoooooooooooooooooo :D

Post a Comment