January 25, 2011

Nap Attack !

Sejak sudah nonton film tadi sore, Saya terus terbayang-banyang. Saya tidak pernah tau ada penyakit semacam itu di dunia ini. Aneh dan mengerikan. Sungguh Allah Maha segala-galanya. Subhanallah.
Kalian penasaran yah ? Baiklah, lanjut baca saja. 

Saya baru saja selesai mengikuti seminar tentang film dokumenter yang diadakan oleh salah satu Production House yang ada di Makassar. Berlangsung pada hari Senin-Selasa, 24-25 Januari 2011. Awalnya, Saya hampir tidak ikut soalnya dapat info salah dari teman Saya lewat sms kalau acara ini mulai dari hari sabtu. Padahal hari sabtu kemarinkan kan Saya sudah janjian sama gadis-gadisku. Tapi tiba-tiba, Erbon, teman Saya sms yang katanya acara ini mulai hari senin. Langsung saja Saya hubungi bagian registrasi, tapi katanya jumlah peserta sudah cukup 50 orang jadi Saya masih di daftar tunggu. Hari seninnya, Erbon sms lagi katanya Saya bisa ikut karena ada peserta yang tidak registrasi ulang. Dan akhirnya sampailah Saya di gedung Pertemuan Ilmiah UH, yang merupakan tempat acara berlangsung.

Hari pertama sampai hari kedua diisi dengan kegiatan nonton berbagai macam jenis film dokumenter, terus di diskusikan dengan peserta lain. Yang menarik adalah film dokumenter terakhir yang diputar hari kedua tadi sore. judulnya "NAP ATTACK".
Film ini adalah film dokumenter televisi National Geographic yang menceritakan tentang kehidupan empat orang penderita penyakit Narkolepsi.  
Narkolepsi adalah suatu penyakit, dimana penderitanya sangat sulit mempertahankan keadaan sadar. Hampir sepanjang waktu mereka merasakan kantuk yang tidak dapat ditahan. Jadi mereka bisa tidur kapan saja dan dimana saja. Setelah 15 menit tertidur (bahkan ada yang hingga berjam-jam), mereka bisa segera sadar kembali tapi tidak berapa lama mereka akan terserang kantuk lagi. Begitu seterusnya sepanjang hari, seumur hidup. 

Menurut dokter dalam film dokumenter tersebut, penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Tapi rasa kantuk itu bisa dikurangi dengan meminum beberapa jenis obat. Penyakit ini juga bukan penyakit turunan atau bawaan lahir. Bisa menyerang kapan saja, pada umur berapa saja. Contohnya seorang nenek yang berusia kurang lebih 67 tahun, menderita Narkolepsi pada usia 10 tahun (atau berapa tahun tepatnya Saya lupa) saat Ia sedang bermain sepeda dan langsung jatuh tertidur kemudian bangun kembali seperti semula.
Contoh lain lagi, seorang gadis berusia 16 tahun mengalami Katapleksi. Yaitu gejala khas narkolepsi yang di tandai dengan melemasnya otot secara mendadak. Lebih mirip pingsan sih, tapi dia masih bisa mendengar percakapan orang-orang sekitar. Katapleksi terjadi lebih sering kalau penderita sedang dalam keadaan terlalu senang, seperti tertawa.

Sumpah demi apapun, Saya baru pertama kali tau tentang penyakit yang menurut Saya aneh dan mengerikan ini. Tapi Saya percaya Tuhan pasti tidak menciptakan suatu penyakit tanpa ada obatnya. Suatu hari nanti, entah dokter spesialis apa pun akan menemukan cara untuk menyebuhkan para penderita Narkolepsi ini.

Diakhir acara tadi sore juga, Saya dan seluruh peserta dapat buku gratis "Pemula Dalam Film Dokumenter : Gamapang-gampang Susah" yang di susun oleh Chandra Tanzil (sempat jadi pembicara di dua hari seminar ini loh!).


 Cover Buku "Pemula Dalam Film Dokumenter : Gampang-Gampang Susah"

Sekian postingan Saya hari ini, penjelasan tentang Narkolepsi bisa liat di [http://id.wikipedia.org/wiki/Narkolepsi] atau search di google saja.

0 comments:

Post a Comment