March 04, 2010

" Tawa dan Tangis Mace "

"Saya senang ji menjual di sini. Saya juga tidak pernah ji keberatan kalau banyak mahasiswa yang suka ngutang. Mau mi di apa ini yang dikasi."


Unhas-Halipah adalah salah satu dari sekian banyak penjual yang membuka dagangan mereka didalama area Universitas Hasanuddi.
Wanita paruh baya ini sudah mengabdikan diri sebagai penjual selama kurang lebih 20 tahun lebih.
"Saya masih dapat itu Bang Ompe jadi mahasiswa, jualan memang meka disini sampai sekarang" ujar Mace, sapaan akrab beliau.
Mace berjualan di Unhas atas izin dari peneglolah karena ada sebagaian lahannya dialih fungsikan oleh Unhas. Awalnya wanita yang mempunyai 4 orang anak perempuan dan 2 anak laki-laki ini menggelar dagangannya di area pelataran Baruga A.P Pettarani.
"Dulu waktu saya masih jualan di Baruga, paling takut kalau ada tawuran mahasiswa karena suka lempar-lempar batu".
Sekarang setelah peraturan penertiban dikeluarkan oleh pihak Unhas, maka para penjual dipindahkan. Termasuk Mace, sekarang berada di belakang gedung FISIP.
Mace mengaku selama berjualan, beliau mengalami banyak suka dibandingkan lukanya.
"Saya senang ji menjual di sini. Saya juga tidak pernah ji keberatan kalau banyak mahasiswa yang suka ngutang. Mau mi di apa ini yang dikasi."

0 comments:

Post a Comment